Kamis, 14 Juli 2011

nangka

Nangka Menjaga Keseimbangan Tekanan Darah

Senin, 13 Desember 2010 - 17:04 wib
Nangka (Foto: Google)
Nangka (Foto: Google)
NANGKA paling banyak ditanam di daerah tropis. Tanaman ini diduga berasal dari India bagian selatan yang kemudian menyebar ke daerah tropis lainnya, termasuk Indonesia.

Nangka (Artocarpus heterophyllus) terdiri dari dua jenis, yaitu nangka bubur dan nangka salak. Nangka bubur memiliki daging buah lebih tipis, lebih berserat, lunak, membubur, rasa asam manis, dan harum tajam. Sedangkan nangka salak memiliki daging buah lebih tebal, keras, mengeripik, rasa manis agak pahit, dan tidak begitu harum, agak pahit, dan tidak begitu harum.

Nangka mengandung begitu banyak zat yang berguna untuk kesehatan manusia. Ada kalium, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B1, C, dan air.

Melihat kandungan vitamin A yang tinggi, nangka memang baik untuk mata. Sementara kadar kaliumnya yang tinggi dapat menjaga agar tekanan darah tetap stabil. “Manfaat kalo dilihat dari komposisi vitamin A yang tinggi, untuk mata, bagus. Dan kalium biasanya untuk jantung, untuk maintenance tekanan darah untuk orang hipertensi,” kata dr Maria Ignasia Tjahjadi, Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta.

Untuk ukuran rumah tangga, konsumsi nangka yang disarankan adalah sekitar 45 gr atau 3 buah nangka ukuran sedang yang masak (matang). “Nangka dengan 3 biji sedang dengan ukuran 45 gr itu kalorinya sekitar 50. Dianjurkan jangan kebanyakan karena bisa membuat kembung. Ibu hamil tidak disarankan. Dalam beberapa kasus, ini memicu kontraksi sama,” katanya.

Selain ibu hamil, orang yang menderita penyakit lambung dan diabetes disarankan untuk tidak makan buah ini. Mengapa? Nangka memicu gas. Kalau orang yang menderita maag makan buah ini, asam lambungnya akan meningkat.

Demikian pula dengan yang menderita diabetes. Mengapa? Karena nangka matang mengandung lebih banyak karbohidrat. “Nangka yang baik adalah nangka yang matang. Tapi jangan juga yang terlalu matang karena alkoholnya tinggi. Kadar glukosanya tinggi banget. Biasanya orang-orang diabetes kita sarankan jangan terlalu sering konsumsi nangka,” tambahnya.

Tak hanya daging buahnya yang mengandung banyak karbohidrat, bijinya pun kaya akan karbihidrat. Dalam 100 gr biji nangka, karbohidrat yang dihasilkan sebanyak 36,7 kalori. Baik untuk yang sedang menjalankan diet. Nangka mengandung kalsium. Hanya saja kadarnya tidak begitu banyak dibandingkan dengan zat lain. Meskipun demikian, nangka tetap punya pengaruh. Kadar kalsiumnya berpengaruh pada sistem kerja estrogen (pada perempuan).

“Apabila kalsiumnya tinggi, baik bagi tulang karena kalsium penting untuk mencegah osteoporosis. Wanita yang masuk usia menopause, kadar kalsium udah mulai menurun. Belum keropos sih, tapi menuju keropos,” ungkapnya.
(Genie/Genie/tty)
Berita Terkait: Kesehatan

Nangka (Artocarpus heterophyllus)

Nangka (Artocarpus heterophyllus)

1. Nama tanaman
Nama lokal: nangka

2. Klasifikasi tanaman
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Urticales
Familia : Moraceae
Genus : Artocarpus
Spesies : Artocarpus heterophyllus
(Syamsuhidayat, S.S and Hutapea, J.R, 1991)
3. Morfologi tumbuhan


Pohon Artocarpus heterophyllus memiliki tinggi 10-15 m. Batangnya tegak, berkayu, bulat, kasar dan berwarna hijau kotor. Daun A. heterophyllus tunggal, berseling, lonjong, memiliki tulang daun yang menyirip, daging daun tebal, tepi rata, ujung runcing, panjang 5-15 cm, lebar 4-5 cm, tangkai panjang lebih kurang 2 cm dan berwarna hijau. Bunga nangka merupakan bunga majemuk yang berbentuk bulir, berada di ketiak daun dan berwarna kuning. Bunga jantan dan betinanya terpisah dengan tangkai yang memiliki cincin, bunga jantan ada di batang baru di antara daun atau di atas bunga betina. Buah berwarna kuning ketika masak, oval, dan berbiji coklat muda (Heyne, 1987).
4. Kandungan kimia dan manfaat tanaman
Daun tanaman ini di rekomendasikan oleh pengobatan ayurveda sebagai obat antidiabetes karena ekstrak daun nangka memberi efek hipoglikemi (Chandrika, 2006). Selain itu daun pohon nangka juga dapat digunakan sebagai pelancar ASI, borok (obat luar), dan luka (obat luar). Daging buah nangka muda (tewel) dimanfaatkan sebagai makanan sayuran yang mengandung albuminoid dan karbohidrat. Sedangkan biji nangka dapat digunakan sebagai obat batuk dan tonik (Heyne. 1987). Biji nangka dapat diolah menjadi tepung yang digunakan sebagai bahan baku industri makanan (bahan makan campuran). Khasiat kayu sebagai antispasmodic dan sedative, daging buah sebagai ekspektoran, daun sebagai laktagog. Getah kulit kayu juga telah digunakan sebagai obat demam, obat cacing dan sebagai antiinflamasi. Pohon nangka dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Kandungan kimia dalam kayu adalah morin, sianomaklurin (zat samak), flavon, dan tannin. Selain itu, dikulit kayunya juga terdapat senyawa flavonoid yang baru, yakni morusin, artonin E, sikloartobilosanton, dan artonol B (Ersam, 2001). Bioaktivitasnya terbukti secara empirik sebagai antikanker, antivirus, antiinflamasi, diuretil, dan antihipertensi (Ersam, 2001).
5. Penelitian mekanisme antikanker
Artonin C, D, I, X, U, L, K, J, T, S; lebih lengkap klik di sini.
Daftar pustaka
Candrika, 2006, Hypoglycaemic Action Of The Flavanoid Fraction of Artocarpus heterophyllus Leaf, Afr. J. Trad. CAM, 3 (2) : 42-50
Ersam, T., 2001, Senyawa Kimia Makromolekul beberapa Tumbuhan Artocarpus Hutan Tropika Sumatera Barat, Disertasi ITB, Bandung
Heyne, K., 1987, Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid II, Badan Litbang Kehutanan, Jakarta
Syamsuhidayat, S.S and Hutapea, J.R, 1991, Inventaris Tanaman Obat Indonesia, edisi kedua, Departemen Kesehatan RI, Jakarta
Kontributor :
Bantari Wisynu K.W, Arko Jatmiko, Arum Pratiwi, Ratna, Natasya, Adam H, Endang Sulistyorini S.P dan Rina Maryani

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar